: :

Navbar Bawah

Cari Blog Ini

Rabu, 30 April 2014

ALLOH MAHA SKENARIO #2

Aku memang sedang terpesona denganmu, entah mengapa, padahal tidak pernah semenit pun aku bercengkrama akrab denganmu, jangankan semenit sedetik pun bertegur sapa pun tidak. maklum suka speechless kalo bertemu dengan wanita yang aku kagumi. dari dulu bahkan semenjak masa jahiliyahku dulu sewaktu masih "berpacaran". mungkin ada baiknya kondisi ini aku pertahankan, bukan apa-apa karena memang dari sudut pandang penilaianku aku belum pantas. Tergoda kembali ke zaman jahiliyah sih pernah terbersit, yah aku sempat tergoda kembali ke zaman jahiliyah tetapi berbeda orang, inginnya sekarang dengan kamu.


Aku tidak mengenalmu sebelumnya, tidak pernah tahu latar belakangmu, hanya saja aku tahu dan semoga saja benar engkau memang orang yang baik, karena teman-teman mengatakan demikian. prinsipku sederhana, apabila ingin "memaksa" orang lain berkata baik tentang kita, maka berbuat baiklah dengan sebanyak mungkin orang. itu saja yang menjadi penilaianku.


Aku tidak perlu tahu engkau menyambut "diamnya" cintaku atau tidak, karena bagiku itu bukan urusanku, yang menggerakkan hati adalah Alloh. Namun kalo dari insting sebagai laki-laki sepertinya diamku berbalas, aku sangat yakin seyakinyakinnya , bukankah begitu??? hwhehehehheehe *kepedean mode on.


Bicara keberanian, jangan dikira aku tidak memiliki keberanian, yah meskipun punya syndrome speechless jangan salah pas waktu masih jahiliyah dulu hanya butuh waktu 3hari setelah kenal untuk "mengutarakannya", yah meskipun itu tidak bisa dibilang prestasi karena memang pemahaman yang keliru dan penafsiran keblinger tentang pacaran, namun setidaknya aku masih tertawa dan menganggap itu sebuah prestasi bila mengingatnya, bagaimana tidak, itu adalah pertama kalinya berpacaran, dasar edan.....*jangan dicontoh.


Satu yang mendasari mengapa sampai sekarang belum ada progres karena target financial freedom ku masih belum tercapai, yah boleh di bilang saat ini alhamdulillah sudah berpenghasilan, namun ada target sendiri ukuran financial freedom yang harus aku capai. bukan apa-apa, aku ini laki-laki, aku yang akan menghidupi anggota keluarga kelak, dari uang hasil keringatkulah nanti beras akan bisa dibeli, lauk akan bisa dibeli, pakaian, dll.


Itulah pemahaman yang selalu di dengungkan papaku, bahwa laki-laki itu tanggung jawabnya sangat besar, ia yang akan menghidupi istri dan anaknya, dan tidak ada cara lain sebelum engkau melangkah ke "hal yang serius" sebelum engkau benar-benar mapan. dan untuk itulah aku benar-benar ditempa bagaimana sulitnya mencari uang, ya bukan menyombongkan diri tapi memang itulah faktanya, bahkan aku membayar uang masuk maba FEB UNAIR SNMPTN 2011 yang jumlahnya 12.5jt pun separohnya lebih memakai uang pribadiku saat itu yang kukeluarkan sebesar 7.5juta. Bukan orang tuaku tidak mampu membayarnya namun karena aku sepenuhnya sadar bahwa aku adalah seorang laki-laki. Jangankan uang SNMPTN uang modal untuk berbisnis saja orang tua tidak mau ikut campur, yang mereka katakan saat itu adalah "sukseslah dengan tanganmu sendiri, karena itu akan lebih membanggakan dan bisa diceritakan ke anak-anakmu nanti, Dibyo bisa sukses tanpa bayang-bayang orang tuanya".


Insya Alloh setelah "benda" itu terbeli meskipun membelinya dengan cara mencicil aku akan segera berangkat ke kediaman orang tuamu, akan kutemui bapakmu dan ibumu, akan aku minta agar mereka(orang tuamu) bersedia merelakan anaknya yang bernama****menjadi pendamping hidupku di dunia dan di surganya nanti. ya semoga langkah besarku akan diridhoiNya. Benda itu begitu penting, karena menjadi simbol financial freedomku tercapai. semoga aku dimudahkan olehNYA.


Semoga saat itu tiba adalah saat dimana engkau diwisuda dan aku juga benar-benar telah mencapai target pribadi financial freedom. Aku percaya dengan kekuatan keyakinan, dan aku percaya bahwa skenarionya nanti yang akan mempertemukan kita di jalur yang sudah diskenariokan olehNya, aku dan dirimu hanya artis yang harus ikut skenarionya. dan jalan terbaik adalah mengikuti alurnya, Insya Alloh alur ceritanya akan sesuai dengan cita-cita. wallahu a'lam bishowab.

Read More --►

Rabu, 16 April 2014

Alloh Maha Skenario

Tahukah engkau yang disana, aku sangat mengagumimu, tahukah engkau wahai wanita, aku tidak hanya terpesona dengan kecantikanmu, tapi juga "meleleh" setiap berpapasan denganmu. Dan tahukah engkau entah kenapa dalam seminggu terakhir setiap mata akan terpejam untuk tidur ada seberkas  bayang wajahmu dianganku.


Mungkin aku sedang mengalami apa yang dinamakan orang "jatuh cinta", yah mungkin saja, aku tidak bisa mendeskripsikan seberapa detail rasanya jatuh cinta, karena memang pertama dan terakhir kalinya aku mencintai seseorang dan mengikuti arus jahiliyah pacaran saat  aku memasuki dunia kampus yang erat dengan lambang roda geriginya, kampus yang melahirkan mendikbud M.Nuh.


Kalau bisa aku katakan, aku akan katakan saat esok tiba, aku akan katakan kalau aku sangat mencintaimu dan terpesona dari semua sisi yang ada pada dirimu. Namun itu adalah ucapan saat aku masih dalam kondisi jahiliyah dulu, dan aku tidak berniat mengulanginya. Aku ingin mengatakan "maukah engkau menjadi istriku di dunia dan di akhirat?", yah kata kata itulah yang ingin aku sampaikan kepadamu nanti, karena memang kata-kata itu lebih pantas aku ucapkan padamu daripada kata-kata gombal aku sangat mencintaimu, gombal, karena kata-kata itu diucapkan oleh laki-laki yang tidak berani menikahi wanita yang dicintainya.


Aku memang sangat ingin mendatangi kediaman orang tuamu dan menemui bapakmu untuk melamarmu, tapi melamar seseorang tidak hanya sekedar keberanian, namun juga kepantasan, pantas secara finansial, pantas secara kedewasaan, pantas secara agama dan pantas secara emosional. secara finansial mungkin bisa dikatakan Aku sudah 80% siap, dan alangkah baiknya jika mencapai 100% yakni ketika target financial freedom tercapai. untuk yang lain seperti emosional masih di level 70%, agama masih di level 85%, dan kedewasaan 90%, alangkah baiknya jika sudah memenuhi 100% untuk semua aspek tadi.

Aku ingin memantaskan aspek-aspek tadi karena setidaknya aku ingin 4 kriteria (harta,wajah,agama,keturunan) jodoh itu ada pada diri ini, saat ini aku hanya bisa mendoakanmu dalam diam, Insya Alloh akan selalu ada namamu selain nama orangtua yang kupanjatkan kepadaNya setiap selesai sholat apapun. Aku akan berdoa kepadaNya semoga ia mempercepat proses pemantasan diriku, dan kalaupun ditengah tengah proses itu ternyata engkau lebih dulu dilamar oleh seseorang, aku sangat ikhlas karena aku yakin Alloh memilihkan jodoh yang lebih baik dari diriku ini, namun aku sangat yakin seyakin-yakinnya jika memang engkau adalah jodohku pasti ada skenario luar biasa dari Alloh untuk memantabkan hati ini bersatu, meskipun saat itu ada orang yang datang melamarmu, pasti ada skenario Alloh yang akan membuatmu tidak menerima lamaran itu. Sekali lagi aku sedang menjemput takdir, aku tidak akan merengek-rengek cintamu dengan selalu menanyakan kabarmu, atau bertanya sudah makan belum atau memuji kecantikanmu meskipun aku sudah lama menyimpan nomer teleponmu, biarlah kata-kata perhatian itu nanti aku ucapkan ketika aku telah melafadzkan ijab qabul karena akan lebih terdengar romantis dan menenangkan


Biarlah aku mencintaimu dalam diam saat ini, biarlah aku hanya bisa mendoakanmu, dan semoga skenarioNya sesuai dengan apa yang aku cita-citakan.

hwheheheh, semoga engkaupun merasakan hal yang sama saat ini, yah syukur-syukur engkau sampai baca tulisan ini, hwheheheheh *kepedean mode on



Read More --►