: :

Navbar Bawah

Cari Blog Ini

Senin, 09 Juni 2014

BERPINDAH KUADRAN


Bismillahirrahmanirrahim, 

Hari ini aku begitu berkobar, berkobar sekali semangatku. yah itu karena hari ini aku berkunjung kembali ke rumah guru spiritual  entrepreneur, seorang dosen kehidupan yang mengajarkan hal-hal yang sangat praktik, tanpa teori bullshit nan membosankan di kampus. Maaf bukan berarti aku tidak senang dengan adanya teori, tapi apalah pentingnya teori karena dalam praktiknya, teori hanya tidak lebih dari 15% yang diaplikasikan di dunia kerja, sisanya adalah intuisi, maksud dunia kerja disini adalah dunia entrepreneur dan saya menyebutnya profesi kerasulan. mengapa profesi kerasulan karena memang rasul sendiri adalah seorang entrepreneur sejati yang bisa dibilang sangat sukses. Bagaimana tidak sukses beliau saja melemar siti khadijah dengan mas kawin 100 ekor unta al qoswah, kalo di ibaratkan BMWnya sekarang. sebenernya profesi kerasulan menurut sepemahaman saya ada 3 yaitu da'i, guru, dan pengusaha.


oke kembali lagi....

Intinya malam ini ya hari ini tepatnya tanggal 9 juni 2014 aku begitu berkobar, sangat berkobar. karena beliau dosen kehidupanku sekaligus teman dekat papaku yang sehari-harinya beliau berprofesi sebagai pengusaha sukses memberikan pelajaran yang begitu membuat bulu kuduk merinding. Dimulai dengan kata-katanya yaitu "siapa saja itu berhak jadi pengusaha sukses" tidak perduli dari latar belakang keluarga seperti apa dia berasal, tidak perduli dia punya garis keturunan pengusaha atau tidak. yang jelas keturunan memang mempengaruhi setidaknya menjadikan lingkungannya alami lingkungan pengusaha, tapi yang jelas lingkungan bisa dibentuk dan dimanipulasi dengan bergaul dan berdekatan dengan pengusaha. Intinya pergaulanmu menentukan masa depanmu, dan intinya teman harus memilah-milah. tidak benar itu ada istilah jangan pilah-pilah teman, pilihlah teman yang mendukung mimpimu, termasuk teman hidupmu selamanya atau bisa disebut pasangan hidupmu. kira-kira seperti itu kalimat pembukanya.

bait kedua motivasi itu berbunyi seperti ini dari mulut beliau "entrepreneur itu enak kalau diceritakan, tapi bisa nangis darah jika dilakukan" kita menghadapi dengan dunia ketidak pastian, namun akhirnya dunia itu menjadi pasti bila sudah menemukan polanya. Kamu mungkin melihat om saat posisi diatas, hal itu memang sangat menyenangkan bila diceritakan untuk dijadikan motivasi karena memang nyatanya posisi om saat ini sudah berkelimpahan, bukan bermaksud sombong :lanjut beliau. Om mungkin saat ini keuntungan bersih perbulan sudah mencapai lebih dari 2M, namun sebelum kesana ada tangis darah yang dilewati, beberapa kali kegagalan dan kerugian mencapai angka diatas 400juta, sudah om alami, namun bukan harus merenung dan menyesali kesalahan tapi bagaimana menjadikan itu sebagai sebuah pelajaran untuk bangkit. bangkit dan bangkit. Karena inti dari pengusaha sejati adalah bukan seberapa banyak keuntungan dia, tapi sejauh mana dia bisa bangkit. Percuma untung banyak tapi sekali diterpa angin dia langsung jatuh tanpa bekas. Dan percuma kamu datang kesini jika setelah pulang dari sini kamu sama saja, tidak ada perubahan.


Dan yang ketiga kalimat pamungkas adalah kalimat yang membuat aku benar benar berkobar dan terbakar. begini kata beliau: pilihan menjadi pengusaha itu ada dua kategori, kategori pertama adalah pengusaha pemenang, dan pilihan kedua adalah pengusaha pecundang. Pemenang adalah pengusaha yang senantiasa tidak pernah merasa puas dengan kemenangannya, ini jangan diartikan kita tidak pandai bersyukur, kalau ini diartikan tidak pandai bersyukur dan serakah berarti Abdurrahman bin auf adalah rajanya serakah, berarti abu bakar sangat serakah, rasul juga serakah. Intinya bentuk rasa syukur seorang pengusaha adalah dengan semakin berusaha sebaik-baiknya agar bisa terus meningkat secara revenue secara laba bersih itu yang harus kamu catat. Dan tipe pengecut adalah penguasaha yang bermain aman, dia sudah merasa aman dengan apa yang dia peroleh, dan dia tidak mau beranjak dari zona kenyamanan dan keamanan itu.Itu hal yang sangat  bodoh, karena dia semestinya tahu di dunia usaha tidak ada namanya comfort zone yang ada adalah unpredictable zone, kita selalu menghadapi ketidakpastian, namun zona itu lambat laun berubah menjadi zona kepastian jika telah menemukan polanya.


Beliau pun bertanya, untung bersihmu berapa saat ini? sebutkan saja tidak usah malu. dengan agak gugup saya jawab, di angka 10 paling sedikit paling banyak diangka 14an(maaf tidak ada maksud apa-apa, tidak ada maksud menyombongkan karena masih ada dan sangat banyak orang yang melampaui angka saya).

Kamu mau berjanji dengan om setelah ini, tunggu sebentar, kamu ulang tahun tanggal berapa bulan apa, dengan mantab saya jawab 15 november. OKE berjanjilah 1 hal om ingin kamu kembali lagi kerumah om tanggal 15November dan saat itu untung bersihmu sudah diangka tidak kurang dari 100an. Dan om ingin kamu juga mencicil rumah segera setelah tanggal 15november itu, berani kamu berjanji: tegasnya. Dengan mantab saya jawab bismillah tanggal 15november saya berjanji akan mencapai keuntungan bersih diangka tidak kurang dari 100, dan setelahnya saya pasti mencicil rumah. Ya Alloh seakan semestamu mendukung, ya mendukung, sangat mendukung. Ya memang benar,semestanya Alloh seakan mendukungku untuk berpindah kuadran, kuadran 10 menjadi 100 sesuai dengan perjajianku dengan guru spiritual entrepreneurku.

Ya Alloh aku yakin usaha yang keras dan tirakat sungguh-sungguh akan mendekatkan pada hasil, meskipun engkau sepenuhnya pemililk hasil, tapi engkau begitu dekat dan mengabulkan prasangka seorang hamba. Ya Alloh Insya Alloh dengan izinmu aku ingin memberi hadiah indah pada kedua orang tuaku, aku ingin sekali memberikan hadiah ulang tahun pernikahan papa dan mamaku berupa liburan ke eropa. Aku ingin sekali pada saat hari ulang tahun pernikahan mereka tanggal 19 desember aku memberi kejutan itu, ya wisata ke eropa. Aku sangat ingin, sangat ingin, sangat ingin.

Oh iya satu hal lagi, ini khusus untuk orang yang sedang aku kagumi dan sedang kuproyeksikan menjadi pendamping hidupku selamanya, teruntukmu aduhai nama yang tak perlu kusebut namanya, tak perlu memang aku menyebut namamu disini, karena, karena, karena aku ingin kamu bersabar. bersabar karena Insya Alloh Aku akan melamarmu tepat dihari ulang tahun pernikahan orang tuaku di tahun ini. Insya Alloh, semoga kemantaban dan keyakinanku untuk melamarmu tepat waktu, dan semoga Alloh mengizinkan. Tentu, tentu aku akan memberikan kesempatan untukmu sampai lulus dan diwisuda, dan setelah itu aku akan menikahimu, tapi di tanggal itu, tanggal pernikahan orang tuaku 19 desember itu aku ingin mendatangi kediaman ortumu untuk meminta izin meminangmu, dan menikahimu setelah kau lulus nanti.

pede sekali aku, seakan-akan engkau juga sedang naksir aku dalam diam, ya aku PD dan terlanjur PD, jangan dikira aku tidak punya insting walaupun aku orangnya cuek, tapi aku yakin engkau juga memiliki perasaan yang sama, dan frekuensinya mirip. Aku bisa melihat tanda-tanda itu dari pertemuan di kampus, ya aku bisa membaca tandanya, apa aku salah duhai wanita yang sedang kucintai dalam diam? aku rasa tidak, benar kan duhai wanita yang kucintai dalam diam. aku tidak salah kan, aku benar-benar tidak salah kan. bahwa engkau memang memiliki perasaan yang sama. Aku harap engkau bersedia dan bersabar menungguku, aku berharap, ya meskipun aku dan kamu memang sama sekali belum pernah saling bertegur sapa.




0   komentar

Cancel Reply