: :

Navbar Bawah

Cari Blog Ini

Rabu, 28 Mei 2014

Mukjizat Si Gila

Dalam postingan kali ini ane mau ceritakan sebuah kisah nyata lagi yang bisa dijadikan inspirasi buat saya, anda dan kita semua. Ilmu yang paling sulit untuk dicerna dan dilakukan dari sekian banyak ilmu saya kira adalah ilmu ikhlas, tanpa perlu penghargaan tanpa perlu pujian serta tanpa perlu ada orang yang melihat. Dan saya kira ada revenue yang sangat besar bila kita melakukan sebuah amal di dasari keikhlasan. Alloh akan membuatkan skenario yang sangat dahsyat yang tidak kita duga, bahkan diluar logika manusia. Lagian siapa sih yang mampu menandingi kehebatan "ilmu dan logikanya Alloh".

Dia adalah seorang dosen salah satu universitas negeri ternama di malang, ya anda semua saya yakin bisa menebak universitas mana lagi yang ternama di malang kalo bukan UB(Universitas Brawijaya). Cukup dihormati dan disegani dikalangan dosen memang, karena beliau terkenal sering membantu dan memberi karyawan-karyawan di fakultasnya mengajar.

Tidak tahu mengapa hingga suatu waktu beliau memustuskan mundur dari pekerjaan dosen di UB, banyak yang menyayangkan keputusannya mundur, bahkan teman sejawat mengatakan itu sebuah keputusan gegabah. Ya bisa dimaklumi sih, denger-denger gaji dosen lumayan gede, apalagi yang selevel dengan guru besar. Ya tapi tetep sebesar apapun masih besar gaji seorang pengusaha, hwhehehehe. Tapi beliau mundur bukan karena ingin merintis bidang usaha, lebih daripada itu tujuannya sekali lagi benar-benar aneh. Beliau ingin sepenuhnya mendedikasikan dirinya dan istrinya untuk merawat orang gila, ya benar orang gila. ga salah nih... ya enggak lah, tapi kalo dipikir-pikir orang gila itu susah ngeramutnya, ya namanya sudah kadung kesengsem pada dunia keedanan mau dikatakan apalagi(kug jadi ke syairnya Raisa).

Beliau ingin merawat, menampung dan menyembuhkan orang gila di rumahnya dengan gratis. wuih kebayang ga tuh dahsyatnya ilmu ikhlas yang dimilikinya. Dan untuk operasional si gila yang ditampung dirumahnya beliau mendapatkan donatur baik dari rekan dosen yang dulu maupun dari donatur yayasan sosial. Dengan sabar orang gila yang berada di rumahnya beliau rawat, dia mandiin, dia suapi makan, dia ajak jalan-jalan. Dan memang semua orang gila disitu sangat nurut dengan beliau.

Papaku yang kebetulan juga kenal beliau pernah berkunjung kesana(basecamp gila) menuturkan memang banyak orang gila dirawat disana, dan keluarga si gila tidak dipungut biaya sepeserpun, namun apabila ada keluarga yang memberikan uang ya diterima sebagai biaya operasional. Dan inilah yang sebut ilmu ikhlas tingkat tinggi. Ibarat tataran ibadah para sufi ia melakukannya bukan untuk mengharap pahala lagi, tetapi untuk menjemput cinta ilahiat, cinta sang Khalik kepada hambanya. Menurut guru ngaji ane gan, kalo orang sudah dicintai oleh Alloh, wah hidupnya itu benar-benar Alloh sendiri yang mengarahkan dan mencukupkan. SATU KATA YA GAN "LUAR BIASA".

Lalu dimana letak mukjizatnya, sabar gan kalo langsung to the point ga seru kurang mendramatisir. oke letak mukjizat itu datang dari si gila, dan mukjizat itu benar-benar langkah, bahkan kalangan medis sekelas dokter saja sampai geleng-geleng kepala, ini dokter aja geleng-geleng kepala ya gan, bagaimana dengan klinik tongfang, nanfang, jeng ana, UGB ya gan, saya jamin mereka bukan hanya geleng-geleng lagi tapi kepalanya dan rambutnya berputar-putar mirip trio macan pas manggung.

Suatu hari bapak dosen yang meramut orang-orang edan diuji oleh Alloh dengan penyakit, setelah dibawa ke rumah sakit lokal stempat di daerah malang penyakitnya belum diketahui, hingga keluargapun merujuknya ke RSUD Dr Soetomo, wah itu rumah sakit deket kampus ane gan. Dan setelah dilakukan uji coba(kayak mesin aja) oleh tim dokter akhirnya sebuah berita buruk benar-benar harus diterima oleh keluarga mereka. Tim Dokter mengatakan si dosen menderita kanker(saya lupa kankernya kanker apa) stadium akhir. Gimana ga berita buruk tuh lah stadium akhir, kalo stadium general saya suka gan, karena biasanya setelah stadium general ada makan yang dibagikan panitia. Tim Dokter mengatakan beliau kemungkinan hanya bertahan paling lama 6 bulan, dan memang ini sudah tidak bisa dioperasi, dikemoterapipun kata dokter malah mempercepat kematian beliau. Akhirnya keluarga pun pasrah dan tetap merawatnya dirumah sakit sambil diberi obat herbal berupa rebusan daun sirsak, menurut info yang ane baca ini adalah obat kanker paling efektif membunuh semua jenis kanker(silahkan di googling), sayang dokter lebih menyarankan untuk kemoterapi, padahal setahu saya pas ke togamas baca buku, kemoterapi bukan malah menyembuhkan tapi malah memperparah.

Hari demi hari dirumah sakit beliau jalani dengan ketabahan, keikhlasan dan kepasrahan tingkat tinggi, sambil tetap mengkonsumsi obat herbal rebusan daun sirsak tadi. Sementara di rumah sakit yang merawat orang gila diserahkan pada saudaranya, namun karena memang orang-orang gila ini sudah sangat hafal dengan si dosen pas ganti yang merawat para orang gila ini lama-lama pun tidak kerasan dan puncaknya mereka ngamuk masal(kalo mogok masal sih biasa ya gan, lah ini ngamuk masal sekawanan orang gila), ya tentu saja setelah atraksi ngamuk masal tadi pintu rusak kacah pecah dan rumah porak poranda. Kawanan orang gila ini ingin menjenguk orang yang biasanya merawat mereka, dan akhirnya daripada mereka ngamuknya menjadi akhirnya berangkatlah kawanan orang gila ini ke tempat dimana beliau dirawat inap. sesampainya di surabaya mereka langsung turun dan meyerbu rumah sakit, tentu saja ini menimbulkan sedikit kepanikan lah gerombolan orang gila masuk rumah sakit, dasar orang gila ya gan mau dicegah masuk eh mereka malah nerobos, hingga akhirnya mereka tiba di tempat orang yang biasa merawat mereka, orang yang mereka cintai dan sayangi. satu persatu mereka masuk ke kamar si dosen dan bersaliman mencium tangan si dosen. Dan disaat itu pula si dosen berkata "dungakno aku ben ndang isok muleh, ben ndang isok ngeramut awakmu maneh(doakan saya biar bisa pulang, biar bisa merawat kamu lagi)". Inilah bedanya ilmu ikhlas ingkat tinggi dengan ikhlas level pemula tidak ditemui di perkataan dosen tadi tentang kata-kata sembuh, biar bisa pulang dan biar bisa merawat kamu lagi. bukan biar segera sembuh. Karena urusan sembuh itu sudah urusannya Alloh, kira-kira petuah itu yang beliau sampaikan pada papaku waktu mengunjungi beliau di rumahnya.

Satu persatu orang gila tadi masuk satu persatu pula mereka mendoakan si dosen, dan ada kelucuan yang mengundang gelak tawa dari tim medis di rs tersebut. Ya namanya orang gila ya gan, berdoa pun mereka caranya aneh-aneh, ada yang sambil muter 7x mirip gerakan towaf, ada yang dengan gerakan pencak silat, ada yang langsung duduk tahiyat akhir, dan macam-macam cara berdoa yang mereka peragakan hingga para suster pun tak kuasa menahan tawa.

Semua orang gila telah masuk dan mendoakan si dosen yang terbaring lemah, tiba giliran mereka pulang ke malang dengan senang dan lega karena telah bertemu orang yang mereka sangat sayangi.

Keesokan harinya tiba, hari itu adalah waktu melakukan check up perkembangan kanker si dosen, dan tim dokter pun memindai tubuh si dosen dengan alat canggih yang bisa mendeteksi kanker dengan cermat. Namun keanehan terjadi, tim dokter sampai mengecek dan memindai tubuh dengan alat canggih itu sampai 5x, dan si dosen pun sampai bingung dibuatnya. Bahkan si dosen pun dengan nada pesimis berkata "sudahlah dok, kalau memang tambah parah kondisi saya ndak usah di cek lagi, saya sudah ikhlas kug kalo diambil sama Alloh". Maaf pak bukan itu yang mendorong kami harus melakukan pengecekan 5x, kami benar-benar kaget pak, bapak benar-benar telah sembuh total dan sel kanker stadium akhir yang ditubuh bapak yang perkembangannya kami cek 2 minggu lalu menyebar dengan cepat sekarang sudah tidak ada lagi pak, dan bapak benar-benar saya nyatakan telah sembuh. Sambil bercanda si dosen berkata "ah dokter ini jangan menghibur orang yang mau meninggal pak". Dan tim dokter pun menjawab benar pak kami mengatakan dengan yang sebenar-benarnya bahwa bapak memang telah sembuh total.


Berita itu pun menggegerkan dokter-dokter lain, pasien yang dinyatakan akan meninggal dalam hitungan bulan itupun telah sembuh total dari kanker ganasnya. Dan 3 hari setelahnya si dosen dipersilahkan pulang setelah dalam 3 hari itu juga dipastikan bahwa kankernya benar-benar telah hilang total.

Begitulah cara Alloh Azza Wajalla berkehendak, kita tidak pernah menyangka dari doa kawanan orang gila yang beraneka ragam cara dan mengundang gelak tawa para suster itulah justru menjadi pengubah keadaan, pengubah kuadran. Orang yang tadinya di vonis tim medis kena kanker ganas dan bertahan hidup paling lama 6 bulan justru sembuh total. Ya sembuh total berkat keikhlasannya merawat dan menolong sesama ciptaan Alloh yang unik, yakni orang gila. dan ini adalah tahun ke 6 setelah kesembuhannya dari kondisi 6 bulan divonis maksimal mampu bertahan hidup.


-kisah nyata yaang dituturkan papa dari seorang temannya, dan papa juga sempat berkunjung dan bertemu yang bersangkutan-

0   komentar

Cancel Reply