Perhatian: untuk membaca tulisan ini sampai bawah silahkan scroll dengan keyboard anda pakai tombol keyboard up/down (atas bawah), karena templatenya agak susah kalau pakai mouse untuk scroll tulisan
Gambaran di atas mewakili problematika mendasar yang dihadapi oleh PT PLN. Dalam tulisan kali ini akan saya sampaikan unek unek saya yang sederhana, sederhana karena memang kapasitas saya tidak mencukupi untuk berpikir kompleks. Dan mudah mudahan ide sederhana ini setidaknya dibaca oleh jajaran top level management PLN. Dan ide sederhana ini juga dalam rangka mengikuti lomba blog dari perusahaan BUMN tersebut.
Mengatasi permasalahan pelosok daerah yang belum teraliri listrik memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena ada banyak hal yang harus dilakukan seperti kesiapan SDM, grand desain pembangkit listrik, bahan bakar pembangkit listrik, dll. Namun untuk poin yang terakhir yakni bahan bakar pembangkit listrik memang perlu perhatian lebih, sebab permasalahan seputar SDM dan desain pembangkit listrik sangat mudah diselesaikan. sebagai contoh SDM, PLN tidak akan kekurangan SDM karena saya sangat yakin fresh graduate di luar sana yang tertarik bergabung dengan BUMN ini sangat banyak, sayapun demikian juga pengen, hehehe. Begitupula dengan desain pembangkit listrik, PLN saya yakin mampu menemukan banyak insinyur Indonesia yang mampu dan mau membuat pembangkit sesuai kehendak PLN, tinggal bayar mereka beres(hehe, meniru gaya CEO PLN Dahlan Iskan yang das des, set set wuet).
Namun untuk tenaga/energi yang digunakan untuk membangkitkan listrik ini yang perlu dikaji bersama, dikaji secara ekonomi yakni meliputi aspek murah dan tidak langka(scarcity), dan berikutnya perlu dikaji secara lingkungan yakni meliputi dampak terhadap lingkungan dengan penggunaan bahan bakar tersebut. Kalau saya sederhanakan permasalahannya adalah bagaimana cara PLN harus mencari energi pembangkit yang berasal dari bahan yang bisa di daur ulang bahasa kerennya limbah(ingat! limbah ya, bukan limbad). Mengapa harus daur ulang, ya karena menurut pemikiran sederhana saya bahan ya daur ulang sangat murah bahkan banyak yang gratis, langka pun tidak karena banyak sekali dijumpai, dan yang terakhir justru ikut mengampanyekan kelestarian lingkungan karena biasanya limbah sulit terurai, meskipun tidak semua. Dan tidak harus limbah juga yang bisa dimanfaatkan asalkan memenuhi aspek ekonomi dan lingkungan yang saya sebutkan diatas saya yakin bisa.
Oke berikut ini akan saya utarakan bahan bakar apa saja yang kira kira bisa di manfaatkan untuk menerangi saudara saya, saudara anda, dan saudara kita semua di bumi Indonesia tercinta ini sehingga mudah mudahan tidak ada lagi gelap gelapan dimalam hari, hehehe.
Oke berikut ini akan saya utarakan bahan bakar apa saja yang kira kira bisa di manfaatkan untuk menerangi saudara saya, saudara anda, dan saudara kita semua di bumi Indonesia tercinta ini sehingga mudah mudahan tidak ada lagi gelap gelapan dimalam hari, hehehe.
- 1. PLTSam, alias Pembagkit Listrik Tenaga Sampah. Sangat mudah menemukan sampah karena dari rumah tangga setiap harinya pasti ada sampah, dan ternyata sampah bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, untuk ide ini saya rasa bukan hal yang baru karena saya pernah membacanya di internet namun saya lupa sumbernya(silahkan cari sendiri). Jadi intinya sangat mudah yakni pertama sampah dibakar sehingga menghasilkan panas, selanjutnya panas dari hasil pembakaran ini digunakan untuk merubah air menjadi uap dengan bantuan boiler, uap yang bertekanan tinggi digunakan untuk memutar bilah turbin, turbin dihubungkan ke generator dengan bantuan poros, generator menghasilkan listrik, dan listrik bisa dialirkan ke rumah atau pabrik). menyelamatkan lingkungan juga akhirnya kan...
- 2. PLTFes, alias Pembangkit Listrik Tenaga Feses. nah kalo ini malah sangat mudah di dapatkan bahan bakunya, karena setiap pagi saya yakin anda membuangnya, nah daripada tidak kepakai kan mending untuk menerangi listrik. Angan angan saya di daerah pelosok yang belum ada listriknya di buat septic tank raksasa(masa hanya bendungan saja yang raksasa). Nah dari septic tank tadi terhubung dengan septic tank rumah rumah warga, dan pada saat akan diolah feses tadi tampungan feses dari septic tank rumah warga dialirkan ke septic tank raksasa. Untuk teknisnya saya tidak paham silahkan pihak PLN sendiri yang memikirkan bagaimana pengolahannya karena memang background pendidikan saya bukan teknik melainkan ekonomi. belum lulus S1 lagi, hehehe. namun yang saya pahami feses manusia bisa menghasilkan biometana, nah melalui biometana inilah yang entah bagaimana caranya disulap menjadi energi listrik.
- 3. PLTtong, alias Pembangkit Listrik Tenaga Teletong(kotoran sapi). prinsipnya hampir sama dengan PLTFes yang membedakan hanya kotoran sapi yang sebelumnya kotoran manusia, daritadi yang dibahas kotoran melulu. hehehe. Program ini bisa dijalankan bila mayoritas warga di daerah tersebut peternak sapi, karena bahan bakunya mudah untuk dijadikan listrik. Bisa juga dikondisikan warga di pelosok yang maaf mayoritas ekonomi tidak mampu untuk beternak sapi dengan menggandeng dinas peternakan, sehingga selain menerangi rumah warga juga membantu ekonomi mereka, hidup itu indah jika bisa melengkapi kebahagiaan orang lain.
- 4. PLTJ, alias Pembangkit Listrik Tenaga Jelantah. yah minyak jelantah, berbicara jelantah minyak bekas penggorengan ini bisa disulap menjadi biodiesel, dan bukan tidak mungkin bisa disulap lagi menjadi energi listrik untuk menerangi rumah warga dan pabrik. untuk terkait penerapan ide ini ada baiknya mayoritas penduduknya pelaku industri bisa krupuk atau gorengan gorengan dan lain lain.
- 5. PLTD, alias Pembangkit Listrik Tenaga Dalam. hehehe kalau yang ini hanya khayalan saya, intinya di negeri tercinta ini kan banyak orang ahli ilmu beladiri tenaga dalam nah daripada bakat mereka tidak tersalurkan dan disalahgunakan seperti kasus di madiun yang sering bentrok antar perguruan kan mending disalurkan untuk dipakai kemaslahatan bersama. apa bisa tenaga dalam menciptakan listrik, kalau menurut saya bisa buktinya banyak videonya di youtube, orang menyalakan lampu pakai tenaga dalam, dan sebagainya, heheheh, ini ide versi bercandanya, tidak dimasukkan kedalam aspek ekonomi dan linkungan yang saya sebutkan diatas.
Sebenarnya masih ada lagi limbah atau bahan baku lain yang bisa digunakan untuk pembangkit listrik seperti ampas tebu itu juga bisa digunakan sebagai bahan baku untuk pembangkit listrik, intinya tidak perlu mahal untuk sebuah kebaikan bersama, bermodal semangat CEO fenomenal PLN pak Dahlan Iskan yang berbunyi kerja kerja kerja, saya sangat yakin PLN beserta sumber daya manusianya mampu mengatasi gelap gulita di belahan Indonesia yang lain.
0 komentar