Setelah beberapa kali bertemu denganmu aku merasa ada sesuatu yang salah dalam diriku, salah karena entah mengapa akhir akhir ini ada kamu yang yang hadir dalam benakku. Mencoba melawan namun siluet wajahmu membekas begitu nyata, dan aku tidak bisa memutuskan ini adalah sebuah kesalahan atau justru kebenaran bagiku. Dan melalui tulisan ini izinkan aku merangkai kata untukmu, yang mungkin saja kamu tidak akan membacanya.
Disadari atau tidak akhir akhir ini frekuensi aku bertemu kamu sangat sering, pada saat awal mula bertemu kamu tidak ada rasa dan tidak terasa sama sekali, aku memang tidak mudah cepat akrab dengan lawan jenis, entah mengapa, apalagi yang belum kenal. 1,2,3 kali frekuensi bertemu masih biasa biasa, namun entah setelah melalui proses berkali kali bertemu ada perasaan sedikit aneh, sedikit, karena saat itu porsinya sedikit. Rasa yang tidak biasa, ketika bertemu dengan teman lawan jenis, bisa juga dibilang berbeda. Semakin lama perasaan aneh itu semakin menjadi dan mencoba sedikit meredakannya berharap agar hilang.
Namun semakin aku melawan, entah mengapa begitu kuat juga perasaan anehku melawan hingga wajahmu mulai membayang dalam setiap aku termenung, beberapa kali sebelum tidur, dan dalam kondisi tersadar pun terkadang ada kamu. Dan harus kuakui bahwa saat ini aku sedang menjadikan dirimu sebagai pusat perhatian yang lebih dengan kadar sewajarnya.
Aku bukanlah tipe orang yang mudah naksir orang, namun aku juga sulit melawan perasaan aneh yang tiba tiba muncul,
Namun semakin aku melawan, entah mengapa begitu kuat juga perasaan anehku melawan hingga wajahmu mulai membayang dalam setiap aku termenung, beberapa kali sebelum tidur, dan dalam kondisi tersadar pun terkadang ada kamu. Dan harus kuakui bahwa saat ini aku sedang menjadikan dirimu sebagai pusat perhatian yang lebih dengan kadar sewajarnya.
Aku bukanlah tipe orang yang mudah naksir orang, namun aku juga sulit melawan perasaan aneh yang tiba tiba muncul,
Disadari atau tidak terkadang fokusku saat ini terbelah antara melamunkan kamu atau lebih kepada mengejar dan mewujudkan impianku. Bahkan terkadang aku berfikir apakah sudah saatnya aku membagi impian dengan orang lain? pikiran itu selalu aku lawan dan aku buang jauh jauh, karena memang belum, belum saatnya mimpiku, mimpimu juga. yah belum...
Namun aku juga tidak menampik suatu saat akan kubagi mimpiku dengan orang lain, dengan pasanganku tepatnya. yang itu belum tentu kamu.
Namun aku juga tidak menampik suatu saat akan kubagi mimpiku dengan orang lain, dengan pasanganku tepatnya. yang itu belum tentu kamu.
Dan kini akupun tahu alasan mengapa aku bisa naksir kepadamu, dan tak perlu aku sampaikan. Namun yang pasti aku mengagumi wanita yang pintar karena bagiku wanita yang pintar itu seksi, tak hanya seksi namun wanita pintar juga calon yang melahirkan generasi penerus yang pintar juga. Namun yang pasti kurang lebih 2 bulan yang lalu aku diberi kesempatan olehNya untuk melihat pertanda, dan dalam tanda itu Ia memberikan sebuah sinyal bahwa engkau memang sosok itu. Namun entahlah aku tidak ingin berandai andai, namun Andaikan tanda itu benar nantinya aku adalah orang yang bersyukur, Namun andai bukan aku orangnya yang diizinkan menjadi pendampingmu, aku lebih bersyukur, karena jujur saja, aku tidak cukup baik untuk mendapingimu, akhlak ku tidak sebaik dirimu, ibadahku mungkin hanya pas pasan, ilmu agama juga pas pasan, Dalam hal ini aku juga sadar diri karena aku bukan tanpa pesaing, diluar sana banyak laki laki yang lebih dari aku dan lebih pantas menurutku mendampingimu, bukan aku tidak berharap, laki laki mana yang tidak memimpikan menjadi pendampingmu, akupun sangat memimpikan.
Namun akupun tidak berputus asa, karena sudah lama semenjak perasaan aneh itu muncul, ada namamu dalam setiap doaku. Doa yang aku rangkai sendiri, yang jauh dari kata keputusasaan. dan ini kurang lebih doa yang aku titipkan ke sang maha skenario "Alloh, jika Dia bukan untukku namun untuk orang lain, maka jadikan aku orang lain itu, Jika aku tidak pantas untuknya maka pantaskanlah aku, jika Ia yang mampu mendorongku dan membantu menjadi lebih baik, maka takdirkan Ia untukku.
Namun saat ini yang menjadi pertanyaan terbesarku adalah, adakah aku pernah terbayang dibenakmu, adakah wajahku pernah terlintas dalam lamunanmu, dan adakah namaku dalam untaian doamu.
hanya waktu yang bisa menjawabnya, semoga aku adalah sosok yang layak engkau tunggu untuk datang menemui ayahmu dan memohon izin kepadanya agar merelakan putrinya menjadi pendampingku didunia dan di akhiratnya.
sejujurnya ingin sekali aku menyebut namamu dalam tulisan ini, namun aku juga tidak ingin menggantung perasaan seseorang apabila nyatanya kamu memang memiliki perasaan yang aku rasakan sekarang, Namun jika sang Maha Skenario memang tidak mengizinkan kita saling melengkapi dan berdampingan, aku sudah bisa berdamai dengan perasaanku dan bahkan aku bersyukur bisa menjadi salah satu dari sekian banyak laki laki yang diizinkan mencintaimu(wanita sholihah) olehNya
segera, segera setelah aku bisa mewujudkan impian mamaku, ya segera dan secepatnya, dan aku mencoba berusaha lebih keras lagi agar secepatnya impian orang yang telah melahirkanku segera terwujud agar aku segera pula datang menemui ayahmu. Bismillahirrahmanirrahim
Namun akupun tidak berputus asa, karena sudah lama semenjak perasaan aneh itu muncul, ada namamu dalam setiap doaku. Doa yang aku rangkai sendiri, yang jauh dari kata keputusasaan. dan ini kurang lebih doa yang aku titipkan ke sang maha skenario "Alloh, jika Dia bukan untukku namun untuk orang lain, maka jadikan aku orang lain itu, Jika aku tidak pantas untuknya maka pantaskanlah aku, jika Ia yang mampu mendorongku dan membantu menjadi lebih baik, maka takdirkan Ia untukku.
Namun saat ini yang menjadi pertanyaan terbesarku adalah, adakah aku pernah terbayang dibenakmu, adakah wajahku pernah terlintas dalam lamunanmu, dan adakah namaku dalam untaian doamu.
hanya waktu yang bisa menjawabnya, semoga aku adalah sosok yang layak engkau tunggu untuk datang menemui ayahmu dan memohon izin kepadanya agar merelakan putrinya menjadi pendampingku didunia dan di akhiratnya.
sejujurnya ingin sekali aku menyebut namamu dalam tulisan ini, namun aku juga tidak ingin menggantung perasaan seseorang apabila nyatanya kamu memang memiliki perasaan yang aku rasakan sekarang, Namun jika sang Maha Skenario memang tidak mengizinkan kita saling melengkapi dan berdampingan, aku sudah bisa berdamai dengan perasaanku dan bahkan aku bersyukur bisa menjadi salah satu dari sekian banyak laki laki yang diizinkan mencintaimu(wanita sholihah) olehNya
segera, segera setelah aku bisa mewujudkan impian mamaku, ya segera dan secepatnya, dan aku mencoba berusaha lebih keras lagi agar secepatnya impian orang yang telah melahirkanku segera terwujud agar aku segera pula datang menemui ayahmu. Bismillahirrahmanirrahim
0 komentar